Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Lokasi Es Krim Homemade di Jakarta

Lokasi Es Krim Homemade di Jakarta


Spaghetti Ice Cream
Berbicara mengenai makanan memang tak ada habisnya, apalagi jika makanan tersebut sangat diminati oleh masyarakat, seperti es krim. Mulai dari anak-anak hingga orang tua sekalipun gemar mengkonsumsinya sebagai sajian penutup makan siang ataupun pengisi waktu senggang. Selain es krim buatan pabrik, di Jakarta ada beberapa tempat yang menjual es krim homemade tanpa bahan pengawet. Berikut ini 4 lokasi berburu es krim homemade yang bisa Anda coba di Jakarta!
Ragusa Ice Cream
Spaghetti Ice Cream dan Banana Split
Spaghetti Ice Cream dan Banana Split
Es krim asal Italia ini sangat populer di Jakarta, maka tak heran jika selalu ramai pegunjung. Mereka rela mengantri lama demi merasakan es krim yang konon sudah ada sejak tahun 1932, jauh sebelum Indonesia merdeka. Resep dan cara membuatnya dibawa langsung oleh pemilik awal yang juga merupakan warga Italia. Istimewanya es krim ini dibuat sendiri (homemade) dari susu sapi segar sebagai bahan dasarnya dan tidak menggunakan bahan pengawet. Menu yang paling terkenal adalah Spaghetti Ice Cream dan Banana Split. Spaghetti Ice Cream disajikan cukup unik. Sesuai dengan namanya, es krim ini menyerupai spaghetti. Nampak jelas ada lembaran-lembaran menyerupai mie khas Italia yang berwarna putih, dan dilengkapi dengan topping kacang, sukade, dan sirup cokelat. Sedangkan Banana Split, Anda akan menemukan irisan buah pisang yang di atasnya terdapat tiga buah scoop es krim yang rasanya bisa dipilih sesuai selera.
Jam operasional : Senin – Minggu pukul 09.30 – 23.00 WIB
Harga : Mulai dari Rp 14.000 – Rp 30.000
Alamat : Jalan Veteran I no. 10, Gambir, Jakarta Pusat (dekat Masjid Istiqlal)
Untuk menjangkaunya dapat menggunakan bus Transjakarta koridor 8 jurusan Lebak Bulus – Harmoni dan turun di halte Istiglal.
Lind’s Ice Cream
Macedonia
Macedonia
Keberadaan Lind’s Ice Cream awalnya karena keinginan dari pemiliknya untuk selalu memberikan makanan yang sehat bagi putra dan putrinya. Sejak tahun 1987, Lind’s Ice Cream mengembangkan proses old fashioned, home made and natural dalam pembuatan es krimnya. Jenis es krim yang dijual di sini cukup beragam, baik yang disajikan polos, dengan buah-buahan, kue, maupun liquor. Salah satu menu es krim yang favorit tempat ini yaitu Macedonia. Macedonia cukup unik dalam penyajiannya, berbentuk tiga perempat bola berwarna cokelat muda. Yang menarik, liquor yang digunakan Macedonia merupakan hasil produksi sendiri, bukan dibeli ditempat lain, oleh karena itu banyak yang berpendapat bahwa rasa liquor ini mirip dengan rum. Menu istimewa lainnya diantaranya adalah Ice Taart danCassata.
Jam operasional : Senin – Minggu  pukul 11.00 – 23.00 WIB
Harga : Mulai dari Rp 29.000 – Rp 64.000
Alamat : Gading Batavia LC 09/33, Kelapa Gading, Jakarta.
Untuk menjangkau tempat ini dapat menggunakan bus Mikrolet 37 jurusan Pulo Gadung – Kelapa Gading – Senen dari terminal Senen.
Baltic Ice Cream
Baltic Ice Cream
Baltic Ice Cream
Es krim Baltic termasuk ke dalam es krim tempo dulu. Dibuat pertama kali pada tahun 1939 dan hingga kini namanya masih menjadi salah satu es krim tempo dulu yang populer di Jakarta. Rasanya yang nikmat dan teksturnya yang lembut didapat dari susu segar sebagai bahan dasarnya dan aneka buah-buahan. Selain itu, yang membuat Baltic tambah istimewa adalah tanpa adanya bahan pengawet. Untuk pengantaran ke tempat tujuan hanya menggunakan dry ice (biang es) guna mempertahankan tingkat kebekuan es krim. Soal rasa, Baltic Ice Cream memiliki banyak produk es krim yang bisa kamu coba, mulai dari ice stick, Ice Cup, Tart Ice Cream, Mini Ice Tart hingga Ice Puter Galon yang biasa dipesan untuk acara-acara tertentu. Varian rasanya pun cukup banyak, mulai dari yang standar seperti cokelat, vanila, dan strowberi, hingga rasa lokal seperti kopyor, durian, dan nangka. Atau mau yang spesial juga ada, seperti peppermint, green tea, mocha chip, dan masih banyak lagi.
Jam operasional : Senin – Minggu pukul 11:00 – 23:00 WIB
Harga : mulai dari Rp. 4.500 – Rp. 43.000,-
Alamat : Jalan Kramat Raya No. 10-12, Senen, Jakarta Pusat
Untuk menjangkau tempat ini dapat menggunakan bus PPD P67 jurusan Blok M – Senen, melewati jalan Kramat Raya.
Es Puter dan Es Krim Brasil
Es Mambo rakuten
Es Mambo
Es Puter dan Es Krim Brasil merupakan jajanan es krim tradisional khas Purwokerto sejak tahun 1969. Selain di Purwokerto, gerai es Krim Brasil kini hadir di Kelapa Gading, Jakarta. Nah, jika Anda bertandang ke tempat ini, siap-siap bernostalgia dengan kenangan masa kecil dulu. Anda akan menjumpai es stik dan es cup dengan varian rasa moka, karamel, anggur, stroberi, leci, durian, alpukat, dan masih banyak lagi. Rupa dari es itu hampir sama dengan masa kecil Anda, tapi bentuknya dibuat lebih cantik dan bervariasi. Uniknya lagi, Es Krim Brasil memiliki menu es mambo. Tentunya es mambo ini masih lekat ya diingatan kita. Es mambo memiliki dua varian rasa yakni ketan hitam dan rujak. Tapi bedanya Anda tidak akan menemukan aneka buah-buahan pada es mambo rujak melainkan layaknya asinan bogor yang kemudian dibekukan. Menu istimewa lainnnya yang dapat Anda coba seperti Dine-in es krim dan Ice Cream Cake.
Jam operasional : Senin – Minggu  pukul 08.00 – 21.00
Harga : Mulai dari Rp 8.000 – Rp 35.000
Alamat : Jalan Boulevard Gading Timur Blok NB 1, No. 28. Kelapa Gading, Jakarta.
Untuk menjangkau tempat ini dapat menggunakan bus Mikrolet 37 jurusan Pulo Gadung – Kelapa Gading – Senen dari terminal Senen.
Bagaimana, tertarikkah Anda untuk mencicipi es krim homemade tempo dulu seperti yang di atas?
Selama di Jakarta, Anda juga bisa mengunjungi Social House JakartaBluegrass Bar & Grill,CORK & SCREW, dan Union.
Selama berada di Jakarta, Anda dapat menginap di Aston Rasuna HotelJW Marriott Jakarta HotelPrasada Mansion atau Gran Melia Hotel.
Informasi yang tertera dalam artikel di atas sesuai dengan kondisi pada 9 Maret 2015.
Komitmen kami untukmemberikaninformasi, tips dan panduan wisata untuk anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.
Harga yang tertera dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
sumber: jakarta .panduanwisata .id
Published: By: Wisata Asia - 01.56

Jumat, 19 Agustus 2016

19 Negara Ikuti Big Rides at Grand Caldera Toba Granfondo



Toba - Sebanyak 238 peserta dari 19 negara mengikuti ajang menantang sport tourism yang digelar Komunitas Halak Kita (H3) melalui Big Rides at Grand Caldera Toba Granfondo, dengan mengitari Danau Toba sepanjang 200 Kilometer, Sabtu (20/8) sampai dengan Minggu (21/8).
Banyaknya peserta yang mengikuti ajang bersepeda yang baru pertama kali dilaksanakan di Sumut, khususnya dari perwakilan 19 negara, tidak lain karena peserta merasa penasaran atas jarak tempuh dengan memulai ketinggian 0 sampai 1.600 Kilometer di atas permukaan laut (dpl).
Dalam event berskala internasional tersebut, seluruh peserta sudah mempersiapkan diri untuk mengayuh sepeda. Event ini yang dilaksanakan untuk memperkenalkan dan mendongkrak jumlah wisawatan mancanegara maupun dalam negeri untuk pariwisata Danau Toba.
Chief Commisioner Toba Granfondo, Puspita Mustika, mengatakan, event sport tourism ini bukanlah lomba balap sepeda. Kegiatan ini juga momentum memperkenalkan keragaman budaya masyarakat di seputaran Danau Toba. Sehingga, potensi peningkatan jumlah wisatawan sangat besar.
"Kalau kegiatan seperti ini merupakan sesuatu hal yang biasa dilakukan di Jawa. Namun, kegiatan yang diadakan di Danau Toba, lebih menantang. Dunia akan mengetahui atas keindahan Danau Toba. Kita juga menggunakan standar keamanan internasional dalam mengadakan even ini," jelasnya.
Menurutnya, keamanan seluruh peserta menjadi prioritas utama. Ada pengamanan jalan seperti race internasional, kecepatan dalam ajang ini pun diatur dengan kecepatan 25 - 30 kilometer/jam.
"Kami juga mempersiapkan tim medis dan mekanik jika dibutuhkan peserta untuk membantu. Sehingga, peserta tidak usah mengkhawatirkan diri ketika menghadapi sesuatu persoalan saat mengikuti Big Rides at Grand Caldera Toba Granfondo," sebutnya.
Sumber:Barita Satu

Published: By: Wisata Asia - 22.38

Senin, 15 Agustus 2016

Pantai Rambak, Primadona Baru Pulau Bangka

Nikmati Indahnya Pantai Rambak, Primadona Baru Pulau Bangka

Jika Anda berkunjung ke Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jangan lupa untuk berkunjung ke Pantai Rambak. Pantai yang masih terjaga keasriannya.


Jika Anda berkunjung ke Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, jangan lupa untuk berkunjung ke Pantai Rambak.
Pantai yang masih terjaga keasriannya ini, dikelola masyarakat setempat dengan tarif masuk yang relatif murah.
Masa liburan akhir pekan, adalah salah satu momen pantai ini dipadati pengunjung. Pengunjung yang datang berasal dari berbagai daerah.
Selain dari warga sekitar, juga hadir wisatawan dari luar Pulau Bangka, seperti dari Palembang dan Jakarta.
Pantai Rambak berjarak lebih kurang 10 kilometer dari pusat Kota Sungailiat, Bangka atau sekitar 30 kilometer dari Kota Pangkalpinang, kini menjadi primadona baru wisata pantai yang diminati warga maupun wisatawan.
Tak hanya lokasi strategis, harga tiket masuk pun terbilang murah. Hanya dengan membayar Rp 3.000 per orang, setiap pengunjung bisa menikmati keindahan alam Pantai Rambak sepuasnya. 
Pantai ini juga memiliki daya tarik tersendiri. Di kawasan ini belum berdiri bangunan perhotelan atau restoran-restoran mewah dari investasi besar.
Aktivitas belanja para pengunjung dilayani para pedagang dari warga setempat di pondok-pondok yang telah ditentukan lokasinya.
Bagi para pecinta kuliner, hidangan yang tersedia seperti tekwan, jagung bakar, kelapa muda, sup buah dan aneka menu lainnya yang umumnya untuk pelepas dahaga.
Soal keindahan alam, Pantai Rambak tak perlu diragukan lagi. Para pengunjung yang datang disuguhkan dengan pemandangan yang masih alami.
Pemandangan khas yang bisa ditemukan di Pantai Rambak berupa pantai pasir yang luas dengan gugusan bebatuan yang berdiri kokoh berpadu hempasan ombak laut yang berhadapan langsung dengan Laut China Selatan.
Perlu diingat juga, Pantai Rambak berada di garis Pantai Timur Sumatera, sehingga memiliki view matahari terbit yang sayang untuk dilewatkan.
Anisa dan Silvi, merupakan pengunjung asal Kota Pangkalpinang yang terpesona dengan keindahan Pantai Rambak.
“Pantainya bagus. Terasa seperti di pulau terpencil,” ujar Anisa dan diiyakan oleh Silvi.
Para remaja ini datang berombongan dengan teman-temannya untuk mengisi libur jelang tahun ajaran baru. Selain menikmati suasana dengan berfoto ria, beberapa di antaranya memilih mencebur dan berenang di laut.
Kapal Isap Produksi Timah 
Pantai yang masih asri ini mulai terusik  dengan adanya aktivitas sejumlah kapal isap dan kapal keruk dari proyek penambangan timah.
Aktivitas kapal tambang timah beroperasi hanya beberapa kilometer saja di depan pantai. Operasional kapal timah ini dikhawatirkan merusak terumbu karang dan membuat air laut menjadi keruh.
Namun hingga saat ini belum ada langkah tegas dari pihak terkait untuk memindahkan kapal timah ke kawasan lain.
Jumlah pengunjung Pantai Rambak pada liburan akhir pekan bisa mencapai 1.000 orang atau meningkat dibanding hari- hari biasanya yang hanya diperkirakan sebanyak 500 pengunjung.
Pantai Rambak yang ramai pengunjung tak luput dari pantauan petugas keamanan.
Petugas gabungan tersebut terdiri dari Taruna Siaga Bencana, Emas Diving Club dan pihak kepolisian yang selalu berjaga-jaga dari pos pemantauan.

(Heru Dahnur / Kompas.com)
( nationalgeographic  .co .id)
Published: By: Wisata Asia - 02.19

Sabtu, 13 Agustus 2016

Lima Gunung Ini Pantas Untuk Disambangi Pendaki Pemula

Lima Gunung Ini Pantas Untuk Disambangi Pendaki Pemula

Mendaki gunung bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, terutama bagi pemula. Berikut 5 gunung yang harus dikunjungi oleh Anda para pendaki pemula.


Gunung Batur yang memiliki ketinggian 1717 mdpl adalah salah satu gunung api di Indonesia yang masih aktif. Gunung yang berlokasi di Kabupaten Bangli, Bali, ini meletus pertama kali pada tahun 1804 dan terakhir meletus pada tahun 2000. Total letusan Gunung Batur tercatat sebanyak 26 kali dengan letusan terbesar terjadi pada tahun 1926 yang mengakibatkan timbunan material di seluruh Desa Batur dan Pura Ulun Danu Batur. (Yohanes Prahara)
Melihat keindahan alam layaknya matahari terbit ataupun lautan awan secara langsung dari puncak gunung, tentu menjadi pengalaman yang ingin dirasakan bagi setiap orang. Namun, mendaki gunung bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, terutama bagi pemula.
Berikut 5 gunung yang harus didaki oleh pemula:
1. Gunung Nglanggeran
Gunung ini terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Perjalanan mendaki gunung ini tidak memakan waktu lama, kurang lebih dua jam perjalanan. Meski demikian, medan yang dilalui cukup sulit karena harus melewati jalanan tanah serta lorong- lorong bebatuan yang sempit.
Selain itu, terdapat papan penunjuk arah yang terlihat jelas sehingga membantu pendaki agar tidak tersesat.
2. Gunung Papandayan
Dengan mendaki selama kurang lebih empat jam perjalanan, gunung yang berada di Garut, Jawa Barat ini akan memberikan pemandangan yang luar biasa bagi para pendakinya, yakni hamparan padang bunga Edelweis yang cukup luas.
Selain itu, tidak jauh dari puncak gunung tepatnya di pos peristirahatan Pondok Salada, terdapat banyak penjual makanan maupun minuman. Maka, pendaki yang datang tidak perlu khawatir untuk kehabisan stok makanan.
3. Gunung Penanggungan
Walau hanya memiliki tinggi 1.653 meter di atas permukaan laut, gunung ini tetap cukup sulit untuk ditaklukan bagi pemula karena kemiringannya yang mencapai 65 derajat.
Tak hanya sebagai sasaran pendakian, gunung di Jawa Timur ini juga menjadi tempat untuk berziarah karena di sekitar lereng gunung ini ditemukan berbagai peninggalan purbakala.
4. Gunung Merbabu
Sedikit lebih menantang, gunung Merbabu yang berada di Jawa Tengah ini memang kerap menjadi tempat pendadaran bagi pecinta alam pemula. Dengan memiliki tinggi 3.145 meter di atas permukaan laut, membuat pendaki membutuhkan latihan yang cukup, sebelum mampu mendaki gunung ini.
Di tempat ini pun terdapat lahan yang luas dan juga sumber air yang melimpah, sehingga memudahkan pendaki untuk menginap dan membuat tenda di tempat ini.
5. Gunung Batur
Sedikit bergeser ke pulau Bali, gunung yang memiliki tinggi 1.717 ini sangat ramah untuk Anda yang baru pertama kali hiking. Untuk mencapai puncaknya, paling lama membutuhkan waktu tiga jam, dan dengan medan yang terbilang mudah.
Tidak selamanya liburan ke Bali harus mengunjungi pantai. Sesampainya di puncak gunung ini, Anda akan disuguhi dengan pemandangan Danau Batur yang sangat indah. Atau, luangkanlah waktu Anda untuk menginap dan melihat matahari terbit dari tempat ini. Sensasi yang luar biasa.

(Rafael Ryandika / Intisari-online)
sumber nationalgeographic . co .id

Published: By: Wisata Asia - 01.40

Senin, 21 Desember 2015

Investor Timur Tengah Jajaki Investasi Pariwisata di Tanjung Lesung

Wisata Asia : Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus membuka diri terhadap investor asing. Salah satu yang tertarik menanamkan modalnya adalah investor dari kawasan Timur Tengah.


© tanjunglesung.com Tanjung Lesung
Rencananya para investor akan datang pada Selasa pekan depan. Namun sebelum itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said selaku menteri yang bertanggungjawab mengawal investasi asind di kawasan Timur Tengah lebih dulu berkunjung ke Tanjung Lesung pada Selasa (15/12) lalu. 
Kedatanganya dalam rangka pembekalan untuk mengetahui produk-produk Tanjung Lesung yang akan dipromosikan kepada para investor Timur Tengah.
"Kedatangan beliau untuk mengetahui lebih jelas soal produk-produk KEK Tanjung Lesung," ujar Direktur Utama PT. Banten West Java Tourism Development Corporation (BWJ), Setiawan Mardjuki dalam keterangan tertulis.
Rencananya investor dari negara Timur Tengah itu akan datang ke Tanjung Lasung Selasa depan.
"Setelah memberikan product knowledge kepada menteri ESDM, selanjutnya Tanjung Lesung akan ditawarkan ke investor Timur Tengah," ujar Rully Lasahido, Managing Director Banten West Java Tourism Development. 
Published: By: Wisata Asia - 02.41

Sabtu, 19 Desember 2015

NTB Siap Geser Malaysia Jadi Destinasi Unggulan Wisata Halal

Wisata Asia: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan 20-30 persen wisatawan asal Timur Tengah berkunjung ke provinsi itu di tahun 2016.
"Di tahun 2016, kita menargetkan kunjungan wisatawan mencapai tiga juta orang. Dari jumlah itu, 20-30 persen disumbang wisatawan asal Timur Tengah," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Mohammad Faozal di Mataram, Ahad.

© Republika Salah satu tempat wisata di Lombok (ilustrasi)
Faozal menuturkan, selama ini wisatawan asal Timur Tengah selalu melihat Kuala Lumpur, Malaysia sebagai destinasi unggulan untuk wisatawan muslim. Namun, seiring terpilihnya Pulau Lombok sebagai destinasi halal terbaik di dunia, semua itu kini menjadi berubah.
"Masyarakat Timur Tengah dan warga muslim di Eropa kini semakin mengenal Lombok. Mereka begitu antusias karena selain Kuala Lumpur ternyata juga ada Lombok sebagai destinasi wisata halal," ujarnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa strategi yang kini menjadi perhatian pemerintah provinsi dalam menarik kunjungan wisatawan Timur Tengah dan muslim Eropa untuk datang ke Lombok.
Antara lain pemenuhan kebutuhan dari wisatawan muslim, ketersediaan makanan dan minuman halal, kemudahan fasilitas untuk bersuci dan beribadah.
Kemudian, penyediaan sarana, fasilitas dan pelayanan yang tidak bertentangan dengan norma-norma kesusilaan dan nilai syariah.
sumber:u.msn.com/id-id/travel/
Published: By: Wisata Asia - 02.21

Senin, 12 Oktober 2015

Pemkot Yogyakarta Luncurkan Bus Pariwisata Domapan



Wisata Asia:Pemerintah Kota Yogyakarta meluncurkan bus pariwisata Domapan yang diharapkan mampu mendorong pengembangan pariwisata di wilayah tersebut.

"Bus ini bisa dimanfaatkan untuk membantu promosi pariwisata di Kota Yogyakarta sekaligus menjadi hadiah untuk ulang tahun ke-259 Kota Yogyakarta," kata Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Yogyakarta, Senin (5/10).

Nama Domapan adalah kepanjangan dari dua lima delapan karena bus bantuan dari Telkomsel tersebut mulai digagas setahun lalu saat Kota Yogyakarta berusia 258 tahun.
Selain itu, Domapan memiliki makna "podho mapan" yang berarti sama-sama mapan atau maju sehingga bus tersebut diharapkan mampu menyebarkan semangat kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut serta memajukan pariwisata di Kota Yogyakarta.
Bus Domapan didominasi warna hijau dan merah yang menjadi warna khas Kota Yogyakarta. Bus promosi pariwisata tersebut adalah bus bertingkat terbuka.
Bus tersebut memiliki panjang 7,47 meter, tinggi 3,15 meter dan lebar 2,1 meter dengan kapasitas 30 penumpang. Bus kemudian dioperasikan oleh Yayasan Lumbung Wisata.
Rute yang dilalui bus yaitu dari Taman Pintar mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta dan kembali ke Taman Pintar.
Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan, selain di Kota Yogyakarta pihaknya juga sudah membantu bus serupa di Bandung dan Semarang.
"Ini adalah wujud kepedulian kami untuk mengembangkan wisata di Kota Yogyakarta. Bus ini bahkan tidak hanya menarik minat wisatawan tetapi sering digunakan untuk latar foto pre-wedding," katanya.
Ia berharap, Kota Yogyakarta bisa memanfaatkan bus tersebut secara optimal dan tetap menjaga kondisinya agar selalu terawat dan bersih.
Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Lumbung Wisata Deddy Pranawa Eryana mengatakan, bus ini memiliki desain yang unik sehingga diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk memanfaatkannya.
Yayasan, lanjut dia, akan bekerja sama dengan sejumlah "stake holder" pariwisata seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), asosiasi biro perjalanan wisata, termasuk Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY).
"Misalnya saja hotel memberikan penawaran ke tamunya untuk menggunakan bus secara berombongan. Nanti, hotel yang akan membayarnya," katanya yang akan segera merumuskan konsep kerja sama tersebut.
Ia berharap, keberadaan bus wisata itu akan semakin mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kota Yogyakarta. "Harapannya, jumlah wisatawan di Yogyakarta terus meningkat," katanya.


sumber: http://www.beritasatu.com/

Published: By: Wisata Asia - 00.01